Daun Katuk dan Ikan Gabus Perlancar ASI

Oleh : Gunawan Abdillah | Selasa, 21 April 2020 | 05:46 WIB



Wartakesehatan.com - Air susu ibu (ASI) merupakan hal utama bagi tumbuh kembang Si Kecil, terutama pada 1.000 hari awal kehidupan bayi. Semua nutrisi yang diperlukan bayi ada di tiap tetes ASI yang baik.

Para ibu-ibu pasti ingin lancar memberikan ASI secara eksklusif untuk Si Kecil. Namun pada kenyataannya, menyusui bukanlah hal yang mudah dan sederhana.

Keberhasilan memberikan ASI kepada Si Kecil sangat dipengaruhi oleh asupan gizi untuk kaum ibu dan dukungan dari orang terdekat. Tanpa kedua hal tersebut, produksi ASI bisa tidak lancar.

Kini tak perlu repot lagi mencari ikan gabus dan daun katuk untuk memproduksi ASI, Selain asupan alami untuk memperlancar ASI, para ibu disarankan untuk mengonsumsi ASI Booster seperti ASI Booster Herba Asimor.

Herba Asimor mengandung fraksi daun katuk dan daun torbangun yang terbukti dapat meningkatkan dan melancarkan ASI. ASI Booster Herba Asimor juga diolah dengan teknologi mutakhir tanpa menggunakan bahan kimia.

Selain itu, kandungan protein bioaktif dari fraksi ikan gabus pada Herba Asimor juga membantu mempercepat penyembuhan luka dan pemulihan pasca-melahirkan. Protein ini juga membuat tekstur ASI lebih kental dan berkualitas sehingga bayi lebih kenyang dan tidur tenang.

Herba Asimor baik dikonsumsi saat ibu baru melahirkan. Berdasarkan hasil riset konsumen yang dilakukan, 30 dari 49 Moms yang baru memiliki bayi berusia 6 hari merasakan puas atau sangat puas dengan mengkonsumsi Herba Asimor.

Karena bahan alami yang dikandung, ASI booster tersebut aman dikonsumsi dalam jangka panjang. Bagi ibu yang ingin mengonsumsi Herba Asimor di masa kehamilan, lebih baik dikonsultasikan kepada dokter terlebih dahulu.

Lalu, kapan waktu tepat untuk mempersiapkan asupan gizi bagi ibu?

Saat usia kehamilan memasuki minggu-minggu terakhir, Moms harus mulai mengonsumsi makanan yang dapat merangsang produksi ASI. Dengan demikian, setelah melahirkan nanti, ASI akan keluar lebih lancar dan berkualitas.


Tak sulit mencari makanan dengan gizi baik, apalagi Indonesia memiliki kekayaan agrikultur. Indonesia punya beragam tanaman yang bermanfaat membantu melancarkan produksi ASI.

Salah satunya adalah daun katuk. Tanaman ini sudah terkenal dan diakui turun-temurun dapat membantu melancarkan ASI. Daun katuk mengandung vitamin K, A, B, dan C.

Selain itu, berdasarkan riset Pusat Kajian Hortikultura Tropika IPB, daun katuk juga mengandung berbagai mineral, seperti kalsium hingga 2,8 persen, zat besi, kalium, fosfor, dan juga magnesium.

Warna hijau gelap yang dimiliki daun katuk kaya akan klorofil. Melengkapi kebaikan yang dimilikinya, daun katuk juga mengandung protein, lemak, tanin, saponin, flavonoid, dan alkaloid.


Dilansir dari Kompas.com (28/02/2018), daun katuk bisa dikonsumsi dengan berbagai cara, misalnya tumis, sayur sop, atau dibuat jus hijau. Namun, jangan merebus daun katuk terlalu lama agar kandungan gizi tak hilang.


Tanaman Indonesia selanjutnya yang dikenal bisa melancarkan ASI adalah daun torbangun. Dikutip dari situs web torbangun.co.id, di Sumatera Utara ada sebuah tradisi saat Moms yang baru melahirkan wajib mengonsumsi sayur torbangun selama 30 hari.

Khasiat daun torbangun tersebut sudah diteliti Prof Rizal Martua Damanik, Guru Besar Ilmu Gizi IPB. Ia menjelaskan, bila Moms mengonsumsi daun torbangun sebanyak 150 gram per hari selama 30 hari sejak melahirkan, produksi ASI akan meningkat hingga 65 persen.

Daun torbangun juga mengandung minyak asiri, seperti fenol, karvakrol, flavonoid, dan glikosida. Kandungan gizi dan senyawa fungsional lain dari tanaman torbangun bermanfaat untuk mengurangi nyeri, membersihkan saluran reproduksi pasca-melahirkan, serta mencegah anemia pada Moms yang baru melahirkan.

 




Kontak Informasi Wartakesehatan
PT. SIBER MEDIA ABADI

Redaksi: redaksi[at]wartakesehatan.com
Tlp/Fax: 021-86610709 / 021-86610709
Iklan: marketing[at]wartakesehatan.com

Komentar






Liputan Khusus - 4 hari yang lalu

Idul Adha 1441 H : Masjid Baiturrahman & Al-Islam Cipayung Ikuti Protokol Kesehatan

Wartakesehatan.com - Dalam menjalankan rangkaian ibadah Idul Adha 1441 H/2020 M pada tahun ini sangat berbeda sekali dari..
Liputan Khusus - 4 hari yang lalu

Lurah Cipayung Tinjau Penerapan Protokol Kesehatan Saat Idul Adha 1441 H/2020

Wartakesehatan.com - Masih tingginya penyebaran wabah Covid-19 di wilayah DKI Jakarta menjadi perhatian bagi pemangku kebijakan..
Liputan Khusus - 5 hari yang lalu

Masjid Nurul Hikmah Terapkan Protokol Kesehatan & Konsisten Jaga Kualitas Daging Qurban

Wartakesehatan.com - Rangkaian pelaksanaan Hari Raya Idul Adha 1441 H/2020 pada tahun ini sangat dipengaruhi dengan situasi..
Liputan Khusus - 6 hari yang lalu

Daging Qurban Masjid Al Falah Terpantau & Terapkan Protokol Kesehatan

Pelaksanaan pemotongan hewan qurban di Masjid Al Falah Cipayung Jakarta Timur.
Herbal - 3 minggu yang lalu

Kelompok Usia Produktif Waspadai PTM

Wartakesehatan.com -- Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan menunjukkan bahwa saat ini perkembangan Penyakit Tidak..
Herbal - 3 minggu yang lalu

Cegah Virus dengan Herbal

Wartakesehatan.com - Antivirus corona berbasis tanaman eucalyptus belakangan ini ramai diperbincangkan. Potensi antivirus..
Obat & Penyakit - 3 minggu yang lalu

Menkes Sebut Meniran Hijau untuk Penanggulangan Covid-19

Wartakesehatan.com - Menteri Kesehatan Terawan patut diberikan apreasiasi dengan sebutan bapak Herbal karena mendukung Obat..
Warta Sehat - 3 minggu yang lalu

Awas! Protokol Kesehatan Anak di Sekolah Bisa Jadi Cluster Baru

Wartakesehatan.com - Banyak pihak yang meminta pemerintah menunda untuk melaksanan kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah..
Warta Sehat - 3 minggu yang lalu

Cegah Penularan Droplet dengan Masker di Mana Saja

Wartakesehatan.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengakui munculnya bukti-bukti yang melihat virus Corona COVID-19 bisa..
Warta Sehat - 3 minggu yang lalu

Waspadai Droplet di Ruangan tertutup

Wartakesehatan.com - New Normal membuat sebagian kantor-kantor buka dan para karyawan kembali bekerja sedia kala, namun masih..

+Indeks