Pak Presiden Ini Lho Alat yang Bisa Tes Corona 10 Ribu Sehari

Oleh : Gunawan Abdillah | Rabu, 22 April 2020 | 14:25 WIB



Wartakesehatan.com - Jika Pentagon melakukan misi rahasia untuk mendapatkan alat tes screening massal terhadap suspect Corona, Indonesia melalui TNI AD juga mendatangkan Reagen.

Namun jika kita mengutip sebuah tulisan media asing menyebutkan alat tersebut yang diambil Pentagon berasal dari Italy dan dikabarkan alat tersebut bisa mengetes 2 ribu orang satu hari, maka jika dengan 5 alat akan bisa mengetes sebanyak 10 ribu orang.

Alat tersebut merupakan tes SWAB dengan akurasi 99,9 persen dan dapat hasil hanya dua jam setelah sampel diambil. Aldatis alat tersebut memang banyak dicari negara-negara dunia dan terjadi perebutan untuk mendapatkannya. Namun berbeda dengan Staf Khusus (Stafsus) Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Alex K. Ginting mengatakan mustahil melakukan tes memakai metode polymerase chain reaction (PCR) sebanyak 10 ribu per hari, untuk mendeteksi virus corona (Covid-19). "Impossible 10 ribu sehari," ujar Alex kepada CNNIndonesia.com, Selasa (21/4).

Alex menyebut penambahan alat, baik itu reagen maupun detektor PCR tak lantas meningkatkan jumlah tes spesimen per harinya hingga setinggi itu. Meski demikian, kata Alex, saat ini sudah terjadi kenaikan jumlah tes spesimen harian. "Alat yang sekarang sekali naik 45 dan 90 test, artinya 90 orang diambil swab tenggorokan," katanya.

Alex menjelaskan bahwa pengujian spesimen menggunakan metode PCR juga membutuhkan waktu yang lama. Selain itu dibutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang banyak dan berkualitas untuk melakukan pengujian spesimen di laboratorium. "Membutuhkan seribuan dokter ahli patologi klinik atau ahli lab biomolekuler," ujarnya.

Alex mengatakan tes PCR juga harus dilakukan di laboratorium bio safety level (BSL) 2 untuk mencegah penularan virus. Pada BSL level 2, pekerja lab harus memiliki pelatihan khusus menangani agen patogenik dan akses lab dibatasi ketika pekerjaan tengah dilakukan. Di Indonesia lab yang memenuhi syarat BSL 2 itu adalah laboratorium miliki Kementerian Kesehatan, Balitbangkes Jakarta dan Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan (BBTKL), lab Lembaga Biologi Molekuler Eijkman dan lab milik beberapa perguruan tinggi. "Lab pendukung harus BSL 2, jika tidak akan terjadi bencana virus di area tersebut," kata Alex.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta jajarannya terutama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 agar meningkatkan jumlah tes PCR untuk mendeteksi virus corona. Juru Bicara Pemerintah Khusus Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengatakan pemerintah akan menambah laboratorium untuk pengujian spesimen secara bertahap sampai 72 unit. Namun pada Selasa (21/4), Yurianto mengatakan pengujian spesimen terhenti karena terkendala reagen belum sampai. "Beberapa laboratorium terpaksa harus menghentikan aktivitasnya karena memang reagen-nya belum sampai," kata Yuri.

Sementara Anggota Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Arya Sinulingga mengatakan pemerintah telah mendatangkan alat tes PCR berupa dua buah automatic RNA dan dan 18 buah detektor PCR. Arya mengklaim pemerintah bisa melakukan hingga 10 ribu tes spesimen terkait Covid-19 per harinya. "Kalau sudah terinstal semua, satu harinya bisa tes mencapai 9 ribu hingga 10 ribu," kata Arya




Kontak Informasi Wartakesehatan
PT. SIBER MEDIA ABADI

Redaksi: redaksi[at]wartakesehatan.com
Tlp/Fax: 021-86610709 / 021-86610709
Iklan: marketing[at]wartakesehatan.com

Komentar






Warta Sehat - 1 hari yang lalu

TB. Hasanuddin: Penerapan New Normal Tanpa Persiapan Matang Akan Timbulkan Kematian Massal

Wartakesehatan.com - Indonesia bersiap memasuki fase New Normal atau penormalan baru ditengah pandemi covid-19. Sejumlah..
Tekhnologi - 1 minggu yang lalu

Helm Cerdas Deteksi Corona Sangat Penting dan Perlu

Wartakesehatan.com -  Polda Riau memberikan contoh inisiatif dan inovasi dalam perjuangannya melawan pandemi coronavirus...
Warta Sehat - 1 minggu yang lalu

Di Tengah Pandemi, Hasanuddin Kunjungi Dapil dan Bagikan Ribuan Masker dan Sembako 

Wartakesehatan.com - Di tengah pandemi covid-19 dan jelang Hari Raya Idul Fitri ini, anggota Komisi I DPR RI Fraksi PDI..
Warta Sehat - 1 minggu yang lalu

Covid-19, Sunan Kalijaga Gandeng Nikita Mirzani Baksos ke Markas TNI

Wartakesehatan.com - Ditengah pandemi Covid-19, Pengacara Sunan Kalijaga Bersama Artis dan Forum Kader Bela Negara (FKBN)..
Obat & Penyakit - 2 minggu yang lalu

BPOM: Biasakan Minum Obat Herbal dan Suplemen Kesehatan untuk Daya Tahan Tubuh Menghadapi Pandemi COVID-19

Wartakesehatan.com -  Pandemi COVID-19 membuat sebagian besar masyarakat lebih sadar pentingnya menjaga kesehatan. Salah..
Obat & Penyakit - 2 minggu yang lalu

Studi: Sistem Imun Krusial dalam Melawan Infeksi Virus Corona

Wartakesehat.com - Sebuah penelitian di Australia dalam jurnal Nature Medicine menyimpulkan, sistem imun..
Warta Sehat - 2 minggu yang lalu

8 Cara Jaga Imun tetap Sehat Lawan Virus Corona

Wartakesehatan.com - Untuk melindungi diri dari paparan virus corona, masyarakat dunia telah banyak menjalankan langkah..
Obat & Penyakit - 2 minggu yang lalu

Imunomodulator untuk Cegah Virus Masuk Tubuh

Wartakesehatan.com - Membekali diri dengan cara cegah infeksi virus, dapat “membentengi” tubuh Anda dari berbagai..
Warta Sehat - 2 minggu yang lalu

Penderita Covid di Indonesia Capai 14.749 dan Terus Naik

Wartakesehatan.com - Angka positif COVID-19 yang terkonfirmasi lewat tes laboratorium di Indonesia kini..
Warta Sehat - 2 minggu yang lalu

Edukasi Pemeriksaan Rapid Test dan Swab Beredar di WA

Wartakesehatan.com - Sebuah pesan berantai untuk edukasi virus Corona beredar. Isi pesan berantai tersebut sebagai..

+Indeks