Alat PCR Test Corona Error , Ratusan Orang Dinyatakan Positif

Oleh : Gunawan Abdillah | Kamis, 07 Mei 2020 | 14:33 WIB



 Wartakesehatan.com, Kejadian serupa terjadi di Afrika kini Hal mengejutkan terjadi ketika ratusan orang di Bali dinyatakan positif Corona dengan hasil rapidtes yang reaktif namun kemudian terbantahkan dengan hasil tes swab PCR yang lebih valid.

Warga di di dusun yakni Banjar Serokadan di Desa Abuan, Bangli, Bali menguji cepat warganya. Keluar hasil rapid test 443 orang positif. Alhasil, Pemprov Bali melakukan isolasi satu dusun. Ada 1.210 orang warga di Banjar Serokadan.

Namun setelah diuji ulang dengan tes PCR, 275 orang malah dinyatakan negatif. Sementara hasil untuk 139 orang lain masih ditunggu hasil swab-nya. Belakangan diketahui warga Desa Abuan dites dengan alat rapid test bermerek VivaDiag.

Alat tes itu merupakan itu merupakan buatan Tiongkok yang diimpor PT Kirana Jaya Lestari. Kepala Dinas Kesehatan Bali Ketut Suarjaya mengatakan bahwa pihaknya memberi alat rapid test Corona COVID-19 tersebut.

Bahkan ada 4.000 unit. Namun setelah hasil kontroversi di Banjar Serokadan, alat tes itu untuk sementara tak lagi digunakan. Alat Vivadiag menurut dia tengah diperiksa oleh Kementerian Kesehatan. "Sementara ini rapid test tersebut kami tarik dan diganti dengan yang lain," kata Suarjaya.

Dijelaskannya bahwa adanya perbedaan hasil tes cepat itu akan ditunjukkan dari pemeriksaan yang dilakukan Kemenkes.

Menurut dia, merek VivaDiag sendiri ada dalam daftar yang dicantumkan resmi oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19. Belakangan muncul bantahan soal alat tes itu tercantum resmi. Secara terpisah, Kepala BPBD Provinsi Bali Made Rentin mengatakan kasus ini masih dalam penelurusan mereka.

Namun dibenarkan bahwa VivaDiag untuk sementara ini tak lagi digunakan. Menurut pantauan, VivaDiag menjadi salah satu alat test yang direkomendasikan oleh BNPB. Dalam daftar rekomendasi rapid diagnostic test (RDT) antibodi Corona COVID-19 per 21 April 2020. Merek VivaDiag berada pada urutan ke-13. Alat tes tersebut diproduksi oleh VivaChek Biotech (Hangzhou) Co.Ltd dan diimpor oleh PT Kirana Jaya Lestari. 

Bahkan PT Kirana Jaya Lestari mendapatkan rekomendasi pembebasan bea masuk dan pajak impor pada akhir Maret 2020.

Sementara dikutip situs resmi ptkirana.com, PT Kirana Jaya Lestari melakukan importasi alat rapid test IgG/IgM Covid-19 dengan merk VivaDiag secara sah dan resmi sesuai Rekomendasi Pengecualian Izin Impor dari BNPB dengan No. B-276/BNPB/HOKS/KU.08/03/2020 yang diterbitkan pada tanggal 31 Maret 2020. Terkait dengan laporan adanya hasil test yang berkecenderungan “false positive” di kegiatan uji rapid test massal yang diadakan oleh Dinas Kesehatan Propinsi Bali dengan produk kami di Desa Abuan, Bangli, pada saat ini beberapa inisiatif dan langkah prosedural telah kami lakukan bersama mitra distributor PT Indofarma Global Medika antara lain:

a. penghentian penggunaan dan penarikan sementara khusus untuk Lot No. 3097 dari semua Fasilitas Pelayanan Kesehatan yang telah menerima Lot No. 3097 dan digantikan dengan produk Lot number berbeda.

b. Pelaporan dan komunikasi intensif kepada Direktorat Pengawasan, Dirjen Farmalkes, Kemenkes RI.

c. Pabrikan sudah memulai melakukan analisa terhadap laporan ini.

d. Pengumpulan data dan berita acara kegiatan oleh Dinkes Provinsi Bali PT Kirana Jaya Lestari adalah distributor Alat Kesehatan yang memiliki Sertifikat Distribusi Alat Kesehatan (SDAK) dari Kementerian Kesehatan dan telah mendapatkan sertifikat CDAKB (Cara Distribusi Alat Kesehatan yang Baik).

Dalam melakukan importasi, penyimpanan dan distribusi alat kesehatan kami mengikuti peraturan dan prosedur yang berlaku. Jika ada pertanyaan lebih lanjut, mohon untuk menghubungi kami di +6281908208880 atau nomor Hotline Rapid Test Kirana di +62811141087. Terima kasih.




Kontak Informasi Wartakesehatan
PT. SIBER MEDIA ABADI

Redaksi: redaksi[at]wartakesehatan.com
Tlp/Fax: 021-86610709 / 021-86610709
Iklan: marketing[at]wartakesehatan.com

Komentar






Warta Sehat - 1 hari yang lalu

TB. Hasanuddin: Penerapan New Normal Tanpa Persiapan Matang Akan Timbulkan Kematian Massal

Wartakesehatan.com - Indonesia bersiap memasuki fase New Normal atau penormalan baru ditengah pandemi covid-19. Sejumlah..
Tekhnologi - 1 minggu yang lalu

Helm Cerdas Deteksi Corona Sangat Penting dan Perlu

Wartakesehatan.com -  Polda Riau memberikan contoh inisiatif dan inovasi dalam perjuangannya melawan pandemi coronavirus...
Warta Sehat - 1 minggu yang lalu

Di Tengah Pandemi, Hasanuddin Kunjungi Dapil dan Bagikan Ribuan Masker dan Sembako 

Wartakesehatan.com - Di tengah pandemi covid-19 dan jelang Hari Raya Idul Fitri ini, anggota Komisi I DPR RI Fraksi PDI..
Warta Sehat - 1 minggu yang lalu

Covid-19, Sunan Kalijaga Gandeng Nikita Mirzani Baksos ke Markas TNI

Wartakesehatan.com - Ditengah pandemi Covid-19, Pengacara Sunan Kalijaga Bersama Artis dan Forum Kader Bela Negara (FKBN)..
Obat & Penyakit - 2 minggu yang lalu

BPOM: Biasakan Minum Obat Herbal dan Suplemen Kesehatan untuk Daya Tahan Tubuh Menghadapi Pandemi COVID-19

Wartakesehatan.com -  Pandemi COVID-19 membuat sebagian besar masyarakat lebih sadar pentingnya menjaga kesehatan. Salah..
Obat & Penyakit - 2 minggu yang lalu

Studi: Sistem Imun Krusial dalam Melawan Infeksi Virus Corona

Wartakesehat.com - Sebuah penelitian di Australia dalam jurnal Nature Medicine menyimpulkan, sistem imun..
Warta Sehat - 2 minggu yang lalu

8 Cara Jaga Imun tetap Sehat Lawan Virus Corona

Wartakesehatan.com - Untuk melindungi diri dari paparan virus corona, masyarakat dunia telah banyak menjalankan langkah..
Obat & Penyakit - 2 minggu yang lalu

Imunomodulator untuk Cegah Virus Masuk Tubuh

Wartakesehatan.com - Membekali diri dengan cara cegah infeksi virus, dapat “membentengi” tubuh Anda dari berbagai..
Warta Sehat - 2 minggu yang lalu

Penderita Covid di Indonesia Capai 14.749 dan Terus Naik

Wartakesehatan.com - Angka positif COVID-19 yang terkonfirmasi lewat tes laboratorium di Indonesia kini..
Warta Sehat - 2 minggu yang lalu

Edukasi Pemeriksaan Rapid Test dan Swab Beredar di WA

Wartakesehatan.com - Sebuah pesan berantai untuk edukasi virus Corona beredar. Isi pesan berantai tersebut sebagai..

+Indeks