Dua Kombinasi Ini untuk Penyembuhan Pasien OTG

Oleh : Gunawan Abdillah | Jumat, 21 Agustus 2020 | 12:32 WIB



BACA JUGA :

    Wartakesehatan.com - Perhimpunan Dokter Paru Indonesia menegaskan bahwa saat ini ada sejumlah kombinasi cara pengobatan untuk pasien COVID-19. Sebab kombinasi ini disesuaikan dengan protokol tata laksana pengobatan COVID-19 sekaligus kondisi pasien itu sendiri.

     

    "Kita mengobati pasien berdasarkan kondisi," ujar Ketua PDPI, Agus Dwi Santoso, dalam talkshow daring pada Selasa (18/8). "Itu dimulai dari kondisi tanpa gejala, gejala ringan, kondisi gejala sedang, pneumonia berat hingga kritis."

     

     Untuk pasien COVID-19 tanpa gejala, dijelaskan oleh Agus, hanya perlu diberikan vitamin dan obat-obatan yang sifatnya immunomodulator alias untuk menstimulus pertahanan imun secara alamiah. Obat-obatan itu bisa bersifat tradisional atau obat modern.

    "Tentunya menggunakan obat-obatan yang telah mendapat izin edar di indonesia. Ini sifatnya sebagai suportif pasien tanpa gejala," tutur Agus, seperti dilansir dari Kontan, Rabu (19/8).

     

    Sementara untuk pasien dengan gejala ringan, sedang, dan berat akan diberikan empat kombinasi pilihan obat. Adapun obat-obatan yang dimaksud adalah Azitromisin, Klorokuin, Oseltamivir, Faviparavir, Lopinavir, dan Ritonavir.

     

    Penggunaan obat ini, imbuh Agus, telah disesuaikan dengan pedoman yang disusun berdasarkan sejumlah literatur dan kajian kedokteran. Dari empat kombinasi yang ada, kombinasi pertama sampai ketiga lah yang paling banyak digunakan.

     

    "Sementara itu kombinasi keempat tidak digunakan," jelas Agus. "Sebab, ada Remdesivir yang saat ini tidak tersedia di Indonesia."

     

    Kombinasi ini sudah digunakan untuk mengobati pasien COVID-19 sejak awal wabah merebak di Indonesia. Dan sampai saat ini kombinasi pengobatan itu tetap dilakukan.

     

    Metode pengobatan seperti ini, dijelaskan Agus, sudah menunjukkan dampak positif. Berdasarkan data pasien di RS Darurat COVID-19 Wisma Atlet, sebanyak 99,3 persen pasien dengan gejala ringan sudah dinyatakan sembuh. Bahkan tingkat kesembuhan di RS Persahabatan sampai 100 persen.

     

    "Untuk pasien dengan kasus sedang ada 96,4 persen yang sembuh," imbuh Agus. "Kalau kasus berat tingkat kesembuhannya kecil. Untuk kasus kritis sebanyak 79,6 persen pasien meninggal dunia."

     OMAI

    Beberapa waktu lalu dalam webinar dengan BPOM dengan 450 peserta akademisi dan kedokteran mengenai OMAI demi kemandirian Indonesia, Raymond R. Tjandrawinata, Direktur Eksekutif DLBS PT. Dexa Medica memberikan tanggapannya:

     

    Pertama kami menyambut kehadiran produk OMAI, karena memberikan suatu formularium yang dapat digunakan oleh pihak pengguna, baik pihak kedokteran maupun pasien yang ingin membeli sendiri obat-obat tersebut. Dari hasil pembahasan para narasumber tadi, bahwa obat herbal di Indonesia itu ada yang bersifat tradisional dan konvensional. Barusan dr. Inggrid sudah mengatakan hal itu. Kami kira, kalau OMAI ini adalah memang berdasarkan konvensional. Karena OMAI sendiri modern harus ada standarisasi- baik bahan baku sampai produk jadi.

     

    Kemudian uji klinik evidence base- baik uji klinik dan pra klinik yang dilakukan oleh para peneliti di Indonesia dan di rumah sakit Indonesia. Dan yang harus pasti adaalah bahan bakunya asli Indonesia- ini yang di perlukan. Namun kita harus membuat satu standarisasi, apa yang harus ada dalam bahan baku asli Indonesia.

     

     Nah karena bahan bakunya berasal dari Indonesia, kita harus mengingat- ini adalah yang akan memberikan keuntungan dan keunggulan dalam arti ekonomi- dinilai dari mata rantai nilai. Dari mulai petani, pengepul sampai masuk ke dalam pabrik.

     

    Jadi itu memberikan kesejahteraan yang baik bagi petani Indonesia, agar mereka sekarang bersikap ingin menanam tanaman-tanaman yang digunakan untuk OMAI. Dan tentunya potensi pada herbal tersebut sangat besar sekali dalam negeri, maupun luar negeri dan kemudian mau tidak mau harus dapat masuk ke dalam Formularium Nasional.

     

    Nah tadi, ibu Engko sudah menyatakan memang ada dana sendiri. Nah kalau kita mengatakan mekanismenya bagaimana, karena dana DAK yang ada itu sepertinya- para Dinkes tidak menggunakan dana DAK tersebut dan menggunakannya untuk keperluan yang lain.

     

    Sehingga yang kita butuhkan adalah seperti apa yang dikatakan oleh Pak Melki, suatu road map yang membawa OMAI ini menjadi kebanggaan nasional. Jadi ada dua: Jamu dan OMAI. Di bidang konvensional kita mempunyai OMAI. Jadi bagaimana integrasinya ke dalam Faskes-Faskes seluruh Indonesia. Dan tentunya yang terakhir adalah bagaimana agar OMAI ini tidak hanya menjadi jargon belaka, tetapi dapat digunakan di seluruh Indonesia.




    Kontak Informasi Wartakesehatan
    PT. SIBER MEDIA ABADI

    Redaksi: redaksi[at]wartakesehatan.com
    Tlp/Fax: 021-86610709 / 021-86610709
    Iklan: marketing[at]wartakesehatan.com

    Baca Juga

      Komentar






      Warta Sehat - 1 minggu yang lalu

      PSBB Jilid II, Mari Kita Saling Jaga

      Wartakesehatan.com -Keputusan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam menerapkan kembali pembatasan sosial berskala besar..
      Obat & Penyakit - 1 minggu yang lalu

      Obat Herbal untuk OTG Perkuat Imun Tubuh

      Wartakesehatan.com - Obat khusus untuk para pasien yang terinfeksi Virus Corona (Covid-19) hingga saat ini masih belum..
      Warta Sehat - 1 minggu yang lalu

      Ini Aturan untuk Pengunjung Hotel saat PSBB Jilid II

      Wartakesehatan.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membatasi aktivitas pengunjung di hotel pada pembatasan sosial berskala..
      Liputan Khusus - 1 minggu yang lalu

      PAC PDI Perjuangan Cipayung Peduli : Teragendakan & Memutus Penyebaran Covid-19

      Wartakesehatan.com - Keterlibatan dan kepedulian organisasi politik PDI Perjuangan dalam rangka mengantisipasi penyebaran wabah..
      Warta Sehat - 1 minggu yang lalu

      Anies Tarik Rem Darurat, Ingat Perkuat Imun Tubuh

      Wartakesehatan.com - Kasus COVID-19 makin parah di Jakarta, banyak cluster-cluster baru yang ditemukan saat ini, bahkan..
      3 minggu yang lalu

      Satgas Remaja Anti Narkoba : Pengmas & Realisasi Tridarma UPN Veteran Jakarta

      Wartakesehatan.com - Permasalahan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat Indonesia maupun secara global semakin hari tak..
      Liputan Khusus - 3 minggu yang lalu

      UPN Veteran Jakarta Bersinergi, Lantik Satgas Remaja Anti Narkoba

      Wartakesehatan.com - Kepedulian pemerintah, dunia pendidikan dan pihak terkait serta keterlibatan kelompok masyarakat terhadap..
      Liputan Khusus - 4 minggu yang lalu

      PAC PDI Perjuangan Cipayung Gelar Bakti Sosial : Antisipasi Penyebaran Covid-19

      Wartakesehatan.com - Peran maupun kepedulian dari berbagai pihak mengatasi penanganan pandemi Covid-19 terus berlangsung,..
      Liputan Khusus - 1 bulan yang lalu

      Razia Masker Berlanjut Di Kecamatan Cipayung, Pelanggar Dikenakan Sanksi

      Wartakesehatan.com - Penyebaran wabah Covid-19 di tanah air maupun secara global yang belum terkendali menjadi tanggung jawab..
      Obat & Penyakit - 1 bulan yang lalu

      Dua Kombinasi Ini untuk Penyembuhan Pasien OTG

      Wartakesehatan.com - Perhimpunan Dokter Paru Indonesia menegaskan bahwa saat ini ada sejumlah kombinasi cara pengobatan untuk..

      +Indeks