JUDUL : Surat Untuk Bapak


OLEH : Tantida Isa
Rabu, 08 Juli 2015 | 02:18 WIB

2,343 Likes




Kepada Bapak,

Lelaki pertama yang aku cintai.

 

Benar kata orang, cinta pertama seorang anak perempuan adalah ayahnya. Kalau boleh jujur, bagiku Bapak bukan hanya cinta pertama, tetapi mentor.

Bapak mungkin lupa. Tapi, aku akan selalu ingat pelajaran-pelajaran kehidupan yang tidak akan pernah aku dapatkan di sekolah.

Bapak tidak mengeluh menerima kado yang selalu sama setiap ulang tahunnya dari kami, anak-anak dan istrinya. Bapak selalu membuka kado dengan semangat, memperlihatkan ekspresi terkejut dan bahagia, lalu mengucapkan terima kasih kepada kami. Padahal Bapak pasti sudah bisa menebak apa isi kadonya karena kami selalu memberi kado yang sama setiap tahunnya. Buku Agenda.

Dari situ, aku belajar menghargai.

Aku masih ingat, Pak. Pagi itu, pertama kalinya aku masak sendiri tanpa bantuan ibu. Sok mandiri ceritanya. Tapi, zonk! Sop rolade buatanku rasanya asin-asin gimana gitu nggak karuan. Kalau kata orang jawa "rasane ambyar". Ibu dan adek akhirnya beli lauk di luar. Aku memaklumi sih. Jangankan mereka, aku yang masak aja ogah makan. Tapi, Bapak dengan santainya mengambil nasi sepiring, kemudian mengambil sop rolade buatanku semangkok besar. Kemudian makan dengan lahap. Aku melongo. Sambil makan, Bapak bilang, "Tenang, kalau makannya pakai nasi nggak kerasa asin kok, malah pas, enak". Dan Bapak-lah yang menghabiskan sop rolade-asin-nggak karuan itu sendirian.

Mungkin Bapak lupa. Tapi, dari situ aku belajar cara mencintai dengan tulus.

Bapak jarang marah, tapi aku akan selalu ingat alasan kenapa Bapak bisa marah. Salah satunya, waktu itu aku kelas 6 SD, aku main dari pagi sampai sore, kebetulan HP mati karena batreynya habis. Sampai rumah, Bapak sudah menunggu di teras. Bapak cuma diam dan meminta HP-ku lalu berkata, "Pilih HP-nya Bapak patahin atau disita selama seminggu?"

Aku ketakutan, Pak. Itu pertama kalinya Bapak marah. Aku tahu, Bapak pasti khawatir dan bingung sekali saat itu. Kabar kita yang kita anggap tidak penting, mungkin sangat penting bagi orang-orang terdekat kita. Sejak itu, aku belajar berkomunikasi dengan baik.

Aku masih sering heran. Bapak bergelut di dunia seni sudah lama sekali, sebelum menikah. Setiap tahun, Bapak menyutradarai kethoprak dan Teater Gandrik (bersama pakdhe Butet Kertaredjasa). Bapak juga pernah bermain film "Preman In Love" bersama Tora Sudiro. Beberapa kali tampil di Stand Up Comedy. Tapi, kemana-mana Bapak masih pakai motor butut-nya, HP-nya juga nggak ganti-ganti sejak aku kelas 1 SMP, tas kerjanya kalau belum robek ya Bapak nggak bakal beli baru, bajunya juga cuma itu-itu saja. Kadang aku heran, apa Bapak nggak malu?

Tapi sekarang aku paham. Dari situ, aku belajar bagaimana hidup sederhana. Bapak mengajariku tetap rendah hati sesukses apapun hidup kita nanti.

 

Bapak ingat? Aku pernah pulang dari sekolah dan menangis sejadi-jadinya karena aku nggak bisa masuk SMA favorit padahal rata-rata nilaiku 9. Itu kegagalanku yang pertama. Bapak cuma memelukku sambil bilang, "Kalau gitu, kita balas dendam dengan keberhasilan yang lain!". Bapak membantuku mengelola hobi menjadi prestasi. Aku memang tidak masuk SMA favorit, tapi akhirnya aku bisa menjuarai berbagai perlombaan menulis. Ya kadang menang, kadang kalah.

Dari situ aku belajar berkawan dengan kegagalan. Kalah bukan musibah. Tapi cambuk biar larinya lebih kencang.

Pak,

yang paling menyakitkan terkadang bukan perpisahan, ataupun rindu yang tidak berujung temu. Yang paling menyakitkan adalah aku ingin bilang "Aku sayang banget sama Bapak" tapi selalu tertelan gengsi.

Melalui tulisan ini, aku ingin menyampaikan betapa aku sangat menyayangi Bapak. Aku yang akan selalu duduk di bangku penonton saat Bapak pentas. Aku yang akan selalu tepuk tangan paling kencang saat Bapak selesai pentas. Aku yang akan selalu mendoakanmu dari jauh. Dan aku yang akan selalu bangga mempunyai Bapak hebat sepertimu.

Sehat selalu ya, Pak. Biar bisa nemenin aku sampai aku sukses nanti.

 

 

Dari Aku,

Putrimu sekaligus pengagum rahasiamu.

 



Follow Warta Kesehatan :

PESERTA TERBARU

ADIK IMPIANKU

91 Likes

kenangan di bromo

82 Likes

rock n roll family santai di ruang tv

106 Likes

Buka puasa bersama keluarga

84 Likes

Indahnya Kebersamaan

93 Likes

Surat Untuk Bapak

2343 Likes

AYTKTM (Apapun Yang Terjadi Aku Tetap Mencintaimu)

101 Likes

Berani kecce sama kami?

96 Likes

MY FAMILY, MY NURSE

90 Likes

Simple Married

98 Likes