Kol Goreng Bahaya Bagi Kesehatan

Oleh : Kiven Timisela
Kamis, 05 Maret 2020 | 14:03 WIB


Wartakesehatan.com -Makan seporsi ayam goreng atau pecel lele rasanya kurang lengkap tanpa rasa kol goreng. Jika dulu kol hanya dihidangkan dalam bentuk lalapan bersama selada dan mentimun, kol yang digoreng kini menjadi favorit bagi banyak orang karena cita-cita sangat menggugah selera.

Namun, teman bersantap yang satu ini ternyata menyimpan beragam bahaya bila terlalu sering dikonsumsi. Apa saja bahaya tersebut?

Bahaya terlalu banyak makan kol goreng

Kol mentah mungkin tidak banyak disukai karena rasanya kurang sedap, baunya amat khas, dan teksturnya keras. Menggoreng kol membuat rasanya menjadi lebih gurih dan manis. Teksturnya pun lebih lembut sehingga Anda tak perlu susah mengunyahnya.

1. Menambah jumlah kalori

Seperti jenis sayuran pada umumnya, kol sangat rendah kalori. Setengah bonggol kol mentah seberat 100 gram bahkan hanya mengandung 22 kalori. Hal ini disebabkan karena sekitar 92 persen dari seluruh bobot kol adalah air.

Kalori kol goreng lebih tinggi karena adanya kalori ekstra dari minyak. Saat digoreng, kol juga menyerap banyak minyak. Jika sesendok makan minyak goreng memberikan hampir 45 kalori, kini bayangkan jika Anda memakan banyak kol goreng dalam sekali waktu.

2. Merusak kandungan nutrisinya

Kol sangat kaya akan nutrisi. Seratus gram kol segar mengandung 2,1 gram protein, 0,5 gram lemak, dan 3,6 gram karbohidrat. Sayuran ini juga kaya akan serat, vitamin C, K, dan B kompleks, serta mineral seperti kalsium, fosfor, dan mangan.

Sayangnya, proses menggoreng dengan suhu tinggi bisa merusak nutrisi tersebut. Mengukus, merebus, dan menumis adalah metode yang lebih baik untuk menjaga nutrisi sayuran.

3. Meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke

Meski lezat, kol goreng nyatanya tidak bersahabat dengan jantung. Saat dipanaskan melampaui titik asapnya, struktur kimia minyak akan berubah. Pengolahan berulang dengan minyak yang sama juga dapat mengubah minyak menjadi lemak trans

Lemak trans adalah lemak jahat yang bisa meningkatkan kolesterol jahat dan memicu pembentukan plak pada pembuluh darah. Lambat laun, plak dapat menghambat aliran darah sehingga mengakibatkan stroke, penyakit jantung, dan serangan jantung.

4. Meningkatkan risiko kanker

Kol memiliki senyawa antikanker yang disebut sulphoraphaneSulphoraphane bekerja dengan menghambat enzim histone deacetylase. Enzim ini berperan dalam perkembangan berbagai jenis kanker, termasuk kanker kulit, pankreas, dan prostat.

Akan tetapi, proses pengolahan kolagen yang menghambat pembentukan senyawa  akrilamida  yang berperan sebagai karsinogenik. Acrylamide  terbukti berperan dalam perkembangan kanker rahim, ovarium, paru-paru, ginjal, dan kerongkongan.

Menggoreng kol memang akan meningkatkan cita rasa, tetapi Manfaat dan nilai nutrisinya semakin berkurang. Mengonsumsi kol yang digoreng pun bisa meningkatkan risiko penyakit tertentu termasuk stroke, penyakit jantung, hingga beragam kanker.

Sekali waktu, Anda boleh saja mengonsumsi sayuran goreng termasuk kol pendamping menu makan. Namun, ingatlah untuk menyetujui dan jangan mengonsumsinya terlalu sering guna menghindari berbagai penyakit yang bisa timbul.


#Kesehataan #Kol
Kontak Informasi Wartakesehatan
PT. SIBER MEDIA ABADI

Redaksi: redaksi[at]wartakesehatan.com
Tlp/Fax: 021-86610709 / 021-86610709
Iklan: marketing[at]wartakesehatan.com

Baca Juga :

    Terkini