Ini Tanda- Tanda Miss V Anda Tak Sehat

Oleh : nurul kinanti
Senin, 17 Pebruari 2020 | 18:15 WIB


Wartakesehatan.com – Sebagian besar wanita akan merasa khawatir jika ada hal-hal yang sering kali membuat wanita tidak nyaman pada bagian vaginanya. Hal itu kemungkinan besar merupakan tanda bahwa ada sesuatu yang salah pada bagian ini. Untuk mengetahui lebh dalam apa miss v anda sehat atau tidak, berikut 5 tanda bahwa miss anda tidak sehat.


Nyeri panggul
Saat masa ovulasi wanita mungkin kerap merasakan nyeri di bagian panggul. Kondisi seperti ini normal saja terjadi saat masa ovulasi, tapi bila nyeri tak kunjung hilang sampai beberapa hari dan malah makin menyakitkan bisa jadi ada penyakit lain seperti fibroid jinak dan endomestriosis dalam rahim. Bila nyeri panggul disertai demam dan keputihan kemungkinan adanya penyakit radang panggul.

Nyeri panggul juga menandakan adanya kanker ovarium. Gejala yang ditunjukkan antara lain sering buang air kecil sampai lebih dari 2 minggu, panggul seperti tertekan, dan kembung. Segera periksakan diri ke dokter jika nyeri panggul terus berlanjut.

Pendarahan yang tidak normal
Mengalami pendarahan di luar haid yang terjadi selama lebih dari satu atau dua bulan, sebaiknya segera periksakan kedokter.


Pendarahan yang tidak normal meliputi waktu haid yang lebih lama dari biasanya, haid dua kali dalam satu bulan, pendarahan setelah berhubungan seks, pendarahan di pertengahan bulan, dan pendarahan yang tidak biasa lainnya.


Pendarahan yang tidak seperti biasanya ini dapat disebabkan oleh beberapa penyakit yang tidak serius seperti perimenopause atau fibroid rahim atau polip. Namun, bila mengalami pendarahan setiap kali setelah berhubungan seks, mungkin hal ini mengindikasikan gejala infeksi serviks atau leher rahim.
Penyakit menular seksual, seperti gonorrhea atau klamidia juga dapat menyebabkan luka pada serviks yang disertai pendarahan ketika berhubungan seks.


Gejala yang tidak biasa pada vagina
Waspadai pula gejala abnormal di vagina seperti keputihan yang berlebihan, bau vagina yang menyengat, perubahan warna vagina, pendarahan, gatal, iritasi, dan sensasi terbakar di vagina.


Vagina kering
Wanita paska menopause atau yang mengalami atrofi vagina kerap mengalami kekeringan vagina sehingga bisa mengakibatkan luka selesai berhubungan seks. Seiring bertambahnya usia kadar estrogen wanita makin menurun sehingga mengalami penipisan vagina, akibatnya vagina menjadi kering dan mudah teriritasi.

Vagina yang menipis juga rentan terinfeksi dan bisa berkontribusi untuk inkontinensia, yakni kebocoran urine. Kondisi ini bisa diobati dengan memakai krim estrogen yang dioleskan atau dimasukkan langsung ke dalam vagina.


Luka atau benjolan
Luka di daerah vagina juga bisa mengindikasikan gejala penyakit menular seksual, herpes, atau kanker. Benjolan seperti kutil atau benjolan merah dan luka datar yang tak kunjung sembuh juga menjadi tanda kanker vulva. Terkadang luka datar di vagina bisa berubah warna dan bersisik.


#Vagina
Kontak Informasi Wartakesehatan
PT. SIBER MEDIA ABADI

Redaksi: redaksi[at]wartakesehatan.com
Tlp/Fax: 021-86610709 / 021-86610709
Iklan: marketing[at]wartakesehatan.com

Terkini